Siang hari ke 22 bulan ke dua ini sebenarnya jauh lebih bersahabat daripada siang siang di awal 2007..tidak terlalu dingin, gak panas juga..it's just so fine..
well..tapi mana kita tau..apa yang terjadi di satu hari di satu waktu di satu tempat, masih teringat jelas kejadian di kotaku tercinta, "the closest heaven I wanna be" (goo goo dolls), pada bulan May 2006 taun lalu, hari yang bikin semua orang sadar...hidup....."mana kita tau.." ataupun kemaren, waktu angin kenceng tiba2 muncul...di gayam..."mana kita tau" ..hari kemarin kita bisa ketawa dan hari ini hidup bisa berubah sekian ratus persen....hanya dengan kedipan mata...
satu teman, kehilangan seorang teman...dan kata-kata yang keluar dari mulut sahabat seneagal bernama Khadijatun adalah "I was about to call him last month, but I kept saying to my self i would do it next morning and I didnt...until I knew I could not call him anymore" (Dijatun, 2007) ...melihat dia, mendengar dia bicara sambil mencoba 'nyeruput' kopi ku (hmm..kalau itu bukan temen yang lagi dirundung kesedihan dah ku tendang dia..enak aja, itu bukan starbuck..itu TUGU LUWAK..dan mahal artinya!!!!) aku berpikir...
secara teori kita tau kalau hidup memang hanya yang punya yang tahu...malah buat sebagian orang...bisa saja bilang "jangan2 yang punya juga gak tau..."
secara umum...pakai landasan ilmu apapun (sepertinya begitu) semua orang sadar bahwa hidup bisa berubah dalam hitungan detik..bahkan salah satu teman pernah bilang kalau jangan pikir dua kali untuk melakukan segala kebaikan...(waktu discourse ini di gelar, ada yang tereak.."dan jangan tunda untuk berbuat sesuatu yang mungkin tidak baik u orang lain tapi baik untuk kita"
permasalahannya adalah...kadang kita sadar, kadang teori itu sudah masuk kedalam semua sel di tubuh kita sehingga kita tidak perlu lagi mengingat ataupun membiarkan orang lain mengingatkan bahwa kita ingat tentang teori itu...tapi tetap..ketika orang orang yang kita kira akan menghabiskan lebih lama waktu di dalam hidup ini dengan kita pergi dulu...pindah alam..dan kita tetap menahan tangis, kaget, shock, gak rela, termenung, bengong...malah ada yang pengen ikut....alasannya
"aku gak cukup membahagiakan dia"
"aku gak siap kehilangan dia"
"aku harusnya berbuat lebih baik untuk dia"
"aku g sempat kasih yang dia mau'
"seharusnya dia bisa begini...aku tauuu dia bisa"
"kata dokter dia bisa bertahan, aku tau dia bisa bertahan"
dan laen sebagainya...
hmmm..apa bener?apa bener kita tau......mana kita bisa tau apa yang sebenarnya dipikirkan orang lain..hal yang paling dalam di dalam jiwanya..apa bener kita belum cukup membahagiakan dia sebelum dia pergi..jangan-jangan bukannya kata 'belum cukup" mungkin cukup....kita sendiri tidak pernah cukup ..
jangan jangan...bukan bahagia yang dicara orang itu..emang semua orang bahagia dengan apa yang kita kira sebagai bahagia..bisa saja beda bukan?
apa benar dia bisa?apa kita tau?jangan jangan kita hanya mengira saja, seperti banyak hal dalam kehidupan kita..selalu mengira..selalu merasa..selalu berpikiran bahwa orang lain itu seperti kita...tau apa yang kita mau..atau jangan2 kita tidak tau tapi lebih enak ketika kita menempatkan diri seolah olah kita tau orang di seberang kita perlu sesuatu yang hanya kita yang tau...
hmmm....mungkin....ktika sesuatu lepas dari kehidupan, lepas dari rencana, lepas dari perhitunagn, lepas dari bidikan, lepas dari rel master plan..............yang keluar dari salah satu indera kita adalah "mana aku tau".......
apa bisa?karena mungkin tetap....ada yang akan bilang "seharusnya kamu tau...."
bukannya kita sama....
hmmm...
